Tingkatkan Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan dengan Pelepah Pinang
![]() |
| https://www.teensgogreen.id/ |
Di beberapa
penjual makanan, masih kita temui, para pedagang yang membungkus hidangannya
dengan menggunakan Styrofoam. Ini sangat disayangkan, padahal selain berbahaya
buat kesehatan manusia, penggunaan Styrofoam, juga mengancam kesehatan
lingkungan.
Bahaya
Styrofoam secara langsung ke manusia, yaitu karena mengandung zat berbahaya
yang dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, saluran pernapasan, dan
saluran pencernaan.
Selain
itu, penggunaan Styrofoam, apalagi untuk jangka panjang, juga dapat menyebabkan
kanker. Tentu saja, karena zat yang terkandung di dalamnya, dapat meleleh
bersama makanan, selain sebelumnya juga bisa menyebabkan depresi, hingga
gangguan fungsi hati dan ginjal.
Kalau
di atas merupakan dampak langsung ke manusia, penggunaan Styrofoam yang berpotensi merusak lingkungan
yaitu karena sulit terurai secara alami di tanah. Menunggunya terurai, butuh
waktu lama, sehingga biasanya karena sudah menjadi sampah, orang-orang berpikir
untuk membakarnya. Sayangnya, Styrofoam ini, mengeluarkan zat kabon monoksida
yang terbang ke mana-mana di lingkungan, tentunya sangat beracun jika dibakar.
Pada lingkungan
kita terdapat beragam hewan, dari hewan darat, hewan air, yang tanpa sengaja, mungkin memakan sisa dan
potongan Styrofoam tersebut. Jelas ini berbahaya bagi mereka, juga dapat
menyebabkan kematian.
Hal-hal
mengerikan di atas, seperti yang sudah dikatakan oleh Badan Kesehatan Dunia
(World Health Organization / WHO), terjadi karena di dalam Styrofoam mengandung
Benzena dan Styrene yang dapat menyebabkan kanker.
Maka
dari itu, salah satu penerima Astra Award tahun 2023, Rengkuh Banyu Mahandaru,
masih terus mencoba untuk meminimalisir, bahkan berupaya menghilangkan resiko kerusakan
lingkungan dan kematian di atas, demi kesejahteraan dan kesehatan manusia dan
lingkungan, yaitu mengganti penggunaan
styrofoam dan bahan plastik lainnya yang tak sehat, dengan bahan yang ramah
kesehatan manusia dan lingkungan. Seiring dengan meningkatnya kekhawatiran
tersebut, maka dari itu, di tahun 2018, dia mendirikan Plepah.
![]() |
| https://www.instagram.com/plepah_id/ |
Plepah
yang didirikan pada tahun 2018 tersebut, berdasarkan keresahan kepada taraf
kesehatan masyarakat dan lingkungan oleh inisiatornya yaitu Rengkuh Banyu
Mahandaru, seorang pemuda asal Garut, kelahiran tahun 1991.
Banyu
saat itu, ingin memberdayakan masyarakat dengan mengolah produk hasil hutan non-kayu
di area konservasi, yaitu membuat limbah pertanian jadi lebih bermanfaat dan
sehat sebagai wadah makanan dari pelepah Pinang.
Bukan tanpa
alasan Plepah itu ada. Menurut hasil riset, masyarakat di India dan Indonesia, sebenarnya sebelumnya, banyak yang menggunakan wadah makanan dari tumbuhan seperti daun pisang yang notabenenya
jauh lebih sehat. Namun di sini, sudah ditinggalkan. Plepah hadir, untuk
kembali memberikan kesadaran kepada masyarakat, untuk menggunakan sumber daya
alam yang lebih sehat, menggunakan limbah dari batang pinang.
Potensi
yang besar dari batang pinang ini yang ada hampir di seluruh bumi Indonesia,
membuat Rengkuh Banyu melihat adanya potensi besar untuk mengalihfungsikan
limbah batang pohon pinang ini agar terus berlanjut.
Bersama
kedua temannya, Rengkuh Banyu yang merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung
(ITB), mengembangkan dan memproduksi mesin tepat guna, agar produksi wadah
makanan dari pelepah pinang ini, menjadi semakin optimal.
![]() |
| https://www.instagram.com/plepah_id/ |
Dari produksi
kecil-kecilan, akhirnya hingga kini, lebih dari 100 ribu kontainer dan wadah makanan,
dapat diproduksi dan disuplai per bulan. Seiring hal itu, pendapatan petani dan
pengumpul pelepah pinang tersebut juga terus meningkat.
Visi
dan misi dari Plepah ini juga cukup jelas dalam meningkatkan taraf kesehatan
dan perekonomian orang banyak, itu bisa dilihat dari rencana ke depannya dari
sang pendiri. Rengkuh Bayu akan mengupayakan agar dapat terus meningkatkan
kapasitas jumlah produksinya, sembari tetap berusaha mengefisienkan ongkos
produksi, agar produk Plepah bisa dijual lebih murah, sehingga lebih banyak
orang tergerak untuk menggunakannya.
Jika
semakin banyak orang. khususnya penjual makanan yang menggunakan inovasi dari
pengolahan limbah pinang seperti ini, niscaya masyarakat Indonesia bisa lebih
sehat dan perekonomian juga berjalan lancar.
Sumber daya Alam di ibu pertiwi, sejatinya cukup banyak dan bisa dimanfaatkan dengan baik. Maka dari itu, usaha yang dilakukan oleh Rengkuh Bayu dan teman-teman, sudah seharusnya diikuti oleh banyak pihak, terutama para sarjana muda, demi meningkatkan kesehatan lingkungan.
Salam.




Comments
Post a Comment